Sabtu, 06 Desember 2025

MBAH NGABIDIN TANGGULREJO DAGANG

MBAH NGABIDIN Di desa Tanggulrejo tepatnya di dusun Dagang, ada sebuah makam tua yang konon pada masa lalu makam ini sering diziarahi oleh penduduk sekitar desa baik di siang hari maupun malam hari terbukti ada sisa kemenyan atau bekas orang berziarah (melean). Menurut cerita sesepuh dusun Dagang, Mbah NGABIDIN bukan asli penduduk dusun Dagang, akan tetapi beliau adalah seorang lelaku yang datang dari daerah selatan tidak terkonfirmasi daerah mana beliau berasal. Sesepuh dusun Dagang mengatakan bahwa beliau awal lelakunya masuk ke dalam gua di wilayah pantai selatan (tidak terkonfirmasi gua yang di maksud) dengan bekal kunyit (kunir bahan untuk memasak) sehingga keseharian beliau hanya makan kunyit, sesampai di dusun Dagang yang pada masa itu dusun Dagang masih berada di sebelah pemakaman umum dusun yakni di sebelah utara dusun Dagang saat ini beliau sakit dan wafat. Penduduk dusun Dagang turun temurun selalu mewasiatkan anak dan cucunya untuk merawat makam beliau ini. " Le makam iki rawaten ziarahi , iki ngono wong ahli tirakat " demikian kata sesepuh dusun kepada anak-anaknya. Penulis berpendapat beliau tidak bisa disebut Mbah buyut dusun Dagang karena beliau bukan asli anak daerah dan tidak ada keturunan dari beliau, meskipun demikian penduduk dusun Dagang khususnya atau siapapun yang ngalap berkah dari beliau hendak nya meyakini bahwa beliau adalah seorang yang sholeh yang mana dusun Dagang mendapatkan kehormatan ditempati makam beliau. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Allah wasilah beliau, Amin. Penulis Nasihin, MPd

Minggu, 02 November 2025

AHWAL MANUSIA PART 1

                               KEMATIAN 

      Allah SWT berfirman dalam surah al-Imran ayat 185 yang artinya : "Setiap yang bernyawa akan  merasakan mati". Lalu siapa saya makhluk Allah Yang akan mengalami kematian ?. Ada 3 golongan Makhlak Allah yang akan mengalami kematian yaitu :
1. Makhluk Allah yang hidup di dunia     antara lain manusia, hewan dll.
2. Makhluk Allah yang hidup di alam malakut antara lain malaikat dan jin.
3. Makhluk Allah yang hidup di alam jabarut yakni malaikat pilihan antara lain malaikat karubiyyun, malaikat ruhaniyyun, malaikat pembawa arsy, malaikat suradiqot.
      Kematian tidak hanya dirasakan oleh manusia dan jin saja, tetapi para malaikat suci yang dekat dengan Allah pun akan mati. Kedekatan mereka tidak menghalangi untuk merasakan kematian, apalagi kita manusia yang sangat lemah.

Pertanyaannya:  Kalau ada kematian mesti ada awal mula kejadian Atau kelahiran, Lalu bagaimana awal mula kejadian MANUSIA itu ? (Bersambung part 2)

Sabtu, 01 November 2025

SHOLAT BAHAGIA PART 3

 

Wudhu 

        Wudlu adalah kegiatan membasuh sejumlah anggota badan dengan air untuk menghilangkan kotoran batin. Wudhu lebih ditekankan pada kebersihan batin dari pada fisik. Oleh sebab itu, orang yang badannya bersih dan harum setelah mandi tetap diwajibkan berwudlu sebelum sholat.
       Kotoran fisik dibersihkan dengan air, sedangkan kotoran batin dengan istighfar dan taubat. Didalam al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 222 Allah mengaitkan taubat dengan kegiatan bersuci. "Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri". Dalam al-Qur'an surah Al- Maidah ayat 5  Allah akhiri perintah berwudlu dengan harapan terbentuknya pribadi yang selalu berdzikir dan mensyukuri nikmat Allah SWT.
     Wudhu juga sebagai sarana pembersih dosa. Disamping itu Wudhu juga sebagai sarana pembersih jiwa dan rohani bilamana Wudlu dikerjakan dengan penghayatan dan dzikir. Menyiram atau mengusap air semata tanpa mengingat Allah, maka itu hanya menghasilkan kesegaran fisik semata. Abu Thalib Al Makki berkata, " Wudhu yang dikerjakan tanpa mengingat Allah mengundang setan-setan mengerumuninya seperti lalat yang mengerumuni setetes madu".
    Untuk berdiri dihadapan Allah SWT, seorang muslim harus menyiapkan ruh dan jiwa. Wudlu adalah upaya pengalihan dari alam materi menuju alam spiritual. Hanya muka yang bersih dari dosa yang pantas menghadap Allah SWT, dan hanya tangan yang terampuni yang pantas diangkat untuk bertakbir.

Pertanyaannya : Mengapa air yang digunakan untuk bersuci bukan benda lainnya ? (Bersambung part 4)

Jumat, 31 Oktober 2025

SHOLAT BAHAGIA (PART 2)

SHOLAT

        Kita mengakui bahwa sholat kita belum mendatangkan ketenangan, kebahagiaan dan kenikmatan. Mengapa demikian ? Karna kita masih belum mampu merubah sholat kita yang belum khusyuk menjadi sholat yang khusyuk.
        Rasulullah SAW selalu mencari ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan melalui sholat. Pada waktu sholat itulah beliau merasakan kenikmatan, ketenangan dan kebahagian. Suatu hari, ketika waktu sholat tiba, Nabi SAW berkata kepada Bilal, "Bilal sahabatku! Gembira kan dan bahagiakan kami dengan sholat" ( HR. Abu Dawud dan Al Thabrani).
        Untuk menggapai sholat yang khusyuk yang mendatangkan الفلاح (kebahagiaan), maka perlu adanya persiapan yang matang sebelum menjalankan sholat diantaranya adalah berwudhu dengan sempurna.


Pertanyaannya : Gimanakah berwudlu dengan sempurna itu ? (bersambung part3)


Kamis, 30 Oktober 2025

SHOLAT BAHAGIA (part 1)

 

SHOLAT

           Dalam beberapa penelitian, jumlah orang yang kurang bahagia atau istilah lain stres atau menderita tidak berkurang meskipun kesejahteraan lahiriah meningkat. Ada saja yang mengganggu seseorang sehingga stres atau menderitanya, misalnya Pikiran seseorang yang  terus terganggu akan masalah anak, istri, bisnis, karir dll sehingga membuat stres dan merasa menderita.
         Allah berfirman, "Sungguh beruntung (berbahagia) orang yang beriman, (yaitu) orang- orang yang khusyuk dalam sholatnya" (QS. Al Mukminun (23): 1-2). Secara eksplisit, ayat ini bisa difahami bahwa kebahagiaan, kedamaian, ketentraman dan ketenangan hanya digapai oleh orang- orang yang beriman yang ditandai dengan kekhusyukan dalam sholatnya.
        Pesholat khusyuk dijamin hidup bahagia, karena menghadapi semua cuaca kehidupan dengan keimanan, kepasrahan dan penuh keriangan (ridha) atas semua takdir Allah swt.


Pertanyaannya : Bagaimana cara SHOLAT yang menghasilkan kebahagian itu ??? (bersambung)

Selasa, 23 September 2025

Sejarah Singkat Masjid Nurul Hidayah

 SEJARAH SINGKAT MASJID NURUL HIDAYAH

TANGGULREJO DAGANG MANYAR GRESIK


Masjid Nurul Hidayah merupakan masjid yang terletak di dusun Dagang desa Tanggulrejo Manyar Gresik. Sebelum adanya masjid Nurul Hidayah saat ini, awal mulanya di dusun dagang Tanggulrejo berdiri sebuah langgar welet  atau langgar yang terbuat dari batang bambu, selang beberapa tahun kemudian dibongkar dan diganti menjadi langgar panggung yang terbuat dari kayu jati kwalitas baik dengan mendatangkan kayu dan tukang dari bojonegoro.

Pada sekitar tahun 1975 Langgar panggung dibongkar dan diberikan ke dusun Suwi desa Sudangan seiring didirikannya masjid Nurul Hidayah pada tahun 1973. Langgar welet didirikan oleh Bapak H. Abdul Manan diatas tanahnya sendiri dan beliau sendiri yang menjadi imam rowatibnya. Sedangkan Langgar panggung didirikan oleh Bapak KH. Ali anak dari H Abdul Manan bersama masyarakat sepeninggal Bapak H. Abdul Manan ditanah tempat berdirinya Langgar welet. Beliau Bapak KH. Ali sendiri yang menjadi imam rowatibnya.

   Langgar welet dan Langgar panggung berlokasi di depan MI Miftahul Ulum saat ini, lebih tepatnya didepan rumah warga. Sedangkan jublang atau tempat wudhunya berada didepan langgar. Tanah bekas langgar ini selanjutnya dikembalikan kepada anak-anaknya H Abdul Manan 

Pada tahun 1973 didirikanlah masjid Nurul Hidayah berlokasi di tanah dusun Dagang dan pendirian masjid diketuai oleh Bapak H. Murod dan ditukangi oleh Bapak Kastur, Bapak Ghufron dan Bapak Kusen. Sedangkam imam rowatib pertama Bapak KH. Ali, sepeninggal beliau diganti oleh Bapak K Syakur ( Mudin) dan bapak K Jimin (Kyai Dusun).

Masjid Nurul Hidayah direnovasi sebanyak 3 kali dan terus diperbaiki sampai sekarang. Renovasi pertama material sebagian dari pembongkaran masjid Daarul Muttaqin Tanggulrejo dan pembongkaran pada renovasi yang kedua,sebagian material bekas pembongkaran masjid diberikan ke masjid Dusun Karangan Glagah.

Masjid Nurul Hidayah memiliki beberapa asset tanah wakaf :

Tanah wakaf dari KH. Ali  berupa tambak ukuran sekitar cengkal 800.

Tanah wakaf dari H. Muhammad (Matreki) berupa tambak ukuran cengkal 200.

Tanah wakaf dari H. Ahyat berupa tambak ukuran cengkal 200.

Demikian sejarah singkat masjid Nurul Hidayah Tanggulrejo Dagang Manyar Gresik. Disana sini mungkin masih diperlukan perbaikan, oleh karna itu penulis membutuhkan kritik saran yang membangun dari pembaca

NB;  Sumber informasi didapat dari : 1. Bapak H. Nurul Huda (Sesepuh Dusun Dagang), 2. Bapak Nahwan (Sesepuh dan mantan perangkat desa) 3. Bapak Khusen (Sesepuh dan tukang bangunan)


Penulis,


Nasihin,M.Pd