Sabtu, 06 Desember 2025
MBAH NGABIDIN TANGGULREJO DAGANG
Minggu, 02 November 2025
AHWAL MANUSIA PART 1
KEMATIAN
Allah SWT berfirman dalam surah al-Imran ayat 185 yang artinya : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati". Lalu siapa saya makhluk Allah Yang akan mengalami kematian ?. Ada 3 golongan Makhlak Allah yang akan mengalami kematian yaitu :
1. Makhluk Allah yang hidup di dunia antara lain manusia, hewan dll.
2. Makhluk Allah yang hidup di alam malakut antara lain malaikat dan jin.
3. Makhluk Allah yang hidup di alam jabarut yakni malaikat pilihan antara lain malaikat karubiyyun, malaikat ruhaniyyun, malaikat pembawa arsy, malaikat suradiqot.
Kematian tidak hanya dirasakan oleh manusia dan jin saja, tetapi para malaikat suci yang dekat dengan Allah pun akan mati. Kedekatan mereka tidak menghalangi untuk merasakan kematian, apalagi kita manusia yang sangat lemah.
Pertanyaannya: Kalau ada kematian mesti ada awal mula kejadian Atau kelahiran, Lalu bagaimana awal mula kejadian MANUSIA itu ? (Bersambung part 2)
Sabtu, 01 November 2025
SHOLAT BAHAGIA PART 3
Wudhu
Wudlu adalah kegiatan membasuh sejumlah anggota badan dengan air untuk menghilangkan kotoran batin. Wudhu lebih ditekankan pada kebersihan batin dari pada fisik. Oleh sebab itu, orang yang badannya bersih dan harum setelah mandi tetap diwajibkan berwudlu sebelum sholat.
Kotoran fisik dibersihkan dengan air, sedangkan kotoran batin dengan istighfar dan taubat. Didalam al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 222 Allah mengaitkan taubat dengan kegiatan bersuci. "Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri". Dalam al-Qur'an surah Al- Maidah ayat 5 Allah akhiri perintah berwudlu dengan harapan terbentuknya pribadi yang selalu berdzikir dan mensyukuri nikmat Allah SWT.
Wudhu juga sebagai sarana pembersih dosa. Disamping itu Wudhu juga sebagai sarana pembersih jiwa dan rohani bilamana Wudlu dikerjakan dengan penghayatan dan dzikir. Menyiram atau mengusap air semata tanpa mengingat Allah, maka itu hanya menghasilkan kesegaran fisik semata. Abu Thalib Al Makki berkata, " Wudhu yang dikerjakan tanpa mengingat Allah mengundang setan-setan mengerumuninya seperti lalat yang mengerumuni setetes madu".
Untuk berdiri dihadapan Allah SWT, seorang muslim harus menyiapkan ruh dan jiwa. Wudlu adalah upaya pengalihan dari alam materi menuju alam spiritual. Hanya muka yang bersih dari dosa yang pantas menghadap Allah SWT, dan hanya tangan yang terampuni yang pantas diangkat untuk bertakbir.
Pertanyaannya : Mengapa air yang digunakan untuk bersuci bukan benda lainnya ? (Bersambung part 4)
Jumat, 31 Oktober 2025
SHOLAT BAHAGIA (PART 2)
SHOLAT
Kita mengakui bahwa sholat kita belum mendatangkan ketenangan, kebahagiaan dan kenikmatan. Mengapa demikian ? Karna kita masih belum mampu merubah sholat kita yang belum khusyuk menjadi sholat yang khusyuk.
Rasulullah SAW selalu mencari ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan melalui sholat. Pada waktu sholat itulah beliau merasakan kenikmatan, ketenangan dan kebahagian. Suatu hari, ketika waktu sholat tiba, Nabi SAW berkata kepada Bilal, "Bilal sahabatku! Gembira kan dan bahagiakan kami dengan sholat" ( HR. Abu Dawud dan Al Thabrani).
Untuk menggapai sholat yang khusyuk yang mendatangkan الفلاح (kebahagiaan), maka perlu adanya persiapan yang matang sebelum menjalankan sholat diantaranya adalah berwudhu dengan sempurna.
Pertanyaannya : Gimanakah berwudlu dengan sempurna itu ? (bersambung part3)
Kamis, 30 Oktober 2025
SHOLAT BAHAGIA (part 1)
SHOLAT
Dalam beberapa penelitian, jumlah orang yang kurang bahagia atau istilah lain stres atau menderita tidak berkurang meskipun kesejahteraan lahiriah meningkat. Ada saja yang mengganggu seseorang sehingga stres atau menderitanya, misalnya Pikiran seseorang yang terus terganggu akan masalah anak, istri, bisnis, karir dll sehingga membuat stres dan merasa menderita.
Pertanyaannya : Bagaimana cara SHOLAT yang menghasilkan kebahagian itu ??? (bersambung)
Selasa, 23 September 2025
Sejarah Singkat Masjid Nurul Hidayah
SEJARAH SINGKAT MASJID NURUL HIDAYAH
TANGGULREJO DAGANG MANYAR GRESIK
Masjid Nurul Hidayah merupakan masjid yang terletak di dusun Dagang desa Tanggulrejo Manyar Gresik. Sebelum adanya masjid Nurul Hidayah saat ini, awal mulanya di dusun dagang Tanggulrejo berdiri sebuah langgar welet atau langgar yang terbuat dari batang bambu, selang beberapa tahun kemudian dibongkar dan diganti menjadi langgar panggung yang terbuat dari kayu jati kwalitas baik dengan mendatangkan kayu dan tukang dari bojonegoro.
Pada sekitar tahun 1975 Langgar panggung dibongkar dan diberikan ke dusun Suwi desa Sudangan seiring didirikannya masjid Nurul Hidayah pada tahun 1973. Langgar welet didirikan oleh Bapak H. Abdul Manan diatas tanahnya sendiri dan beliau sendiri yang menjadi imam rowatibnya. Sedangkan Langgar panggung didirikan oleh Bapak KH. Ali anak dari H Abdul Manan bersama masyarakat sepeninggal Bapak H. Abdul Manan ditanah tempat berdirinya Langgar welet. Beliau Bapak KH. Ali sendiri yang menjadi imam rowatibnya.
Langgar welet dan Langgar panggung berlokasi di depan MI Miftahul Ulum saat ini, lebih tepatnya didepan rumah warga. Sedangkan jublang atau tempat wudhunya berada didepan langgar. Tanah bekas langgar ini selanjutnya dikembalikan kepada anak-anaknya H Abdul Manan
Pada tahun 1973 didirikanlah masjid Nurul Hidayah berlokasi di tanah dusun Dagang dan pendirian masjid diketuai oleh Bapak H. Murod dan ditukangi oleh Bapak Kastur, Bapak Ghufron dan Bapak Kusen. Sedangkam imam rowatib pertama Bapak KH. Ali, sepeninggal beliau diganti oleh Bapak K Syakur ( Mudin) dan bapak K Jimin (Kyai Dusun).
Masjid Nurul Hidayah direnovasi sebanyak 3 kali dan terus diperbaiki sampai sekarang. Renovasi pertama material sebagian dari pembongkaran masjid Daarul Muttaqin Tanggulrejo dan pembongkaran pada renovasi yang kedua,sebagian material bekas pembongkaran masjid diberikan ke masjid Dusun Karangan Glagah.
Masjid Nurul Hidayah memiliki beberapa asset tanah wakaf :
Tanah wakaf dari KH. Ali berupa tambak ukuran sekitar cengkal 800.
Tanah wakaf dari H. Muhammad (Matreki) berupa tambak ukuran cengkal 200.
Tanah wakaf dari H. Ahyat berupa tambak ukuran cengkal 200.
Demikian sejarah singkat masjid Nurul Hidayah Tanggulrejo Dagang Manyar Gresik. Disana sini mungkin masih diperlukan perbaikan, oleh karna itu penulis membutuhkan kritik saran yang membangun dari pembaca
NB; Sumber informasi didapat dari : 1. Bapak H. Nurul Huda (Sesepuh Dusun Dagang), 2. Bapak Nahwan (Sesepuh dan mantan perangkat desa) 3. Bapak Khusen (Sesepuh dan tukang bangunan)
Penulis,
Nasihin,M.Pd