SEJARAH SINGKAT MASJID NURUL HIDAYAH
TANGGULREJO DAGANG MANYAR GRESIK
Masjid Nurul Hidayah merupakan masjid yang terletak di dusun Dagang desa Tanggulrejo Manyar Gresik. Sebelum adanya masjid Nurul Hidayah saat ini, awal mulanya di dusun dagang Tanggulrejo berdiri sebuah langgar welet atau langgar yang terbuat dari batang bambu, selang beberapa tahun kemudian dibongkar dan diganti menjadi langgar panggung yang terbuat dari kayu jati kwalitas baik dengan mendatangkan kayu dan tukang dari bojonegoro.
Pada sekitar tahun 1975 Langgar panggung dibongkar dan diberikan ke dusun Suwi desa Sudangan seiring didirikannya masjid Nurul Hidayah pada tahun 1973. Langgar welet didirikan oleh Bapak H. Abdul Manan diatas tanahnya sendiri dan beliau sendiri yang menjadi imam rowatibnya. Sedangkan Langgar panggung didirikan oleh Bapak KH. Ali anak dari H Abdul Manan bersama masyarakat sepeninggal Bapak H. Abdul Manan ditanah tempat berdirinya Langgar welet. Beliau Bapak KH. Ali sendiri yang menjadi imam rowatibnya.
Langgar welet dan Langgar panggung berlokasi di depan MI Miftahul Ulum saat ini, lebih tepatnya didepan rumah warga. Sedangkan jublang atau tempat wudhunya berada didepan langgar. Tanah bekas langgar ini selanjutnya dikembalikan kepada anak-anaknya H Abdul Manan
Pada tahun 1973 didirikanlah masjid Nurul Hidayah berlokasi di tanah dusun Dagang dan pendirian masjid diketuai oleh Bapak H. Murod dan ditukangi oleh Bapak Kastur, Bapak Ghufron dan Bapak Kusen. Sedangkam imam rowatib pertama Bapak KH. Ali, sepeninggal beliau diganti oleh Bapak K Syakur ( Mudin) dan bapak K Jimin (Kyai Dusun).
Masjid Nurul Hidayah direnovasi sebanyak 3 kali dan terus diperbaiki sampai sekarang. Renovasi pertama material sebagian dari pembongkaran masjid Daarul Muttaqin Tanggulrejo dan pembongkaran pada renovasi yang kedua,sebagian material bekas pembongkaran masjid diberikan ke masjid Dusun Karangan Glagah.
Masjid Nurul Hidayah memiliki beberapa asset tanah wakaf :
Tanah wakaf dari KH. Ali berupa tambak ukuran sekitar cengkal 800.
Tanah wakaf dari H. Muhammad (Matreki) berupa tambak ukuran cengkal 200.
Tanah wakaf dari H. Ahyat berupa tambak ukuran cengkal 200.
Demikian sejarah singkat masjid Nurul Hidayah Tanggulrejo Dagang Manyar Gresik. Disana sini mungkin masih diperlukan perbaikan, oleh karna itu penulis membutuhkan kritik saran yang membangun dari pembaca
NB; Sumber informasi didapat dari : 1. Bapak H. Nurul Huda (Sesepuh Dusun Dagang), 2. Bapak Nahwan (Sesepuh dan mantan perangkat desa) 3. Bapak Khusen (Sesepuh dan tukang bangunan)
Penulis,
Nasihin,M.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar