Senin, 28 November 2016

Nasehat



NASEHAT
”Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berdenting, dari lumpur hitam yang telah diberi bentuk. Maka  apabila Aku telah membentuknya  dengan sempurna dan   Aku telah meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka  sujudlah yakni patuh-taatlah  kamu kepadanya.”   Maka  malaikat-malaikat itu sujud semuanya bersama-sama,   kecuali iblis, ia menolak menjadi termasuk di antara  mereka yang sujud. (Al-Hijr [15]:27-31).
 Dalam perintahnya Allah agar malaikat sujud kepada Nabi adam itu adalah bukan sebagai sujud menyembah, tapi sujud ta'dzim dan melayani, karena adam adalah sebagai khalifah di bumi, dan malaikat di perintah melayani adam dan anak turunnya adam termasuk kita, sebagai manusia, di dalamnya terkandung banyak manfaat dan maksud tersembunyi dari Allah,  kita bahas dulu, kita ini sadar tidak sadar sebenarnya semuanya serba di layani malaikat, dalam artian umum, bukan khusus, misal kita mau mencatat amal buruk dan baik kita, sudah ada malaikat rokib dan atid  yg mencatatkan amal kita, misal kita  mau di beri hujan  maka ada malaikat yang menggiring  mendung dengan angin, dan memisah-misahkannya dengan petir, jadi kita tak usah repot-repot, misal kita menanam tanaman, maka ada malaikat yang menjadikan perkawinan serbuk sarinya, menumbuhkan tanamannya agar tumbuh,  bahkan jika kita akan meninggal, kita tak usah repot-repot mencabut nyawa kita sendiri, sudah ada malaikat maut yang mencabutkan nyawa kita.
 jadi secara umum, sebenarnya kita sudah di layani  oleh malaikat agar memudahkan keperluan kita, tapi malaikat itu tunduk hanya kepada Allah, soal sujud taat melayani adam itu malaikat murni karena taat kepada Allah, sebelum adanya ibadah, malaikat itu di ciptakan dari cahaya, ada yang di ciptakan dari cahaya matahari, rumput, daun, air,  dari cahaya apa saja, bukan dari cahaya ibadah, tapi setelah  ada perintah ibadah, malaikat itu di ciptakan dari ibadah orang yang ibadah, malaikat itu tidak ada perkawinan, tidak ada nafsu, tapi mereka berfikir, dan teliti, dan mereka di ciptakan dari ibadahnya orang yang beribadah, dari dzikirnya orang yang dzikir, dari sholatnya orang yang sholat, dari ibadah apa saja yang di lakukan manusia, jadi mereka di ciptakan  dari ibadah apa saja yang di lakukan manusia.

 Abu Hurairah ra. berkata : Rasulullah Saw. bersabda : “ Pada malam mi’raj , aku melihat lautan besar yang luasnya hanya diketahui oleh Allah . Pada tepi laut itu terdapat seorang malaikat berbentuk burung dengan 70.000 sayap . Jika seorang hamba Allah membaca “ Subhaanallah ” , malaikat berbentuk burung bergerak dari tempatnya dan jika diteruskan dengan membaca “ Alhamdulillaah ” maka terbukalah sayapnya kemudian jika diteruskan dengan membaca “ Laa ilaaha illallaah ” malaikat berbentuk burung tersebut terbang kemudian jika diteruskan dengan membaca “ Wallaahu Akbar ” malaikat berbentuk burung tersebut menceburkan dirinya ke dalam laut dan jika diteruskan dengan membaca “ Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim ” malaikat berbentuk burung tersebut keluar dari dasar laut sambil mengibaskan sayapnya dan bertetesanlah dari tiap sayapnya 70.000 tetes air dan dari tiap tetes air Allah menciptakan seorang malaikat yang bertasbih , bertahlil dan memohon ampunan bagi pembaca “ Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim ” hingga hari kiamat ”.

dari Dhahhak, dan Abi hurairah. Nabi SAW. Bersabda: setiap hamba laki-laki dan perempuan berwudhu kemudian ia menyempurnakan wudhu’nya dan setelah itu membaca “Innaaa anzalnaahu filailatilqodri………dst", maka setiap huruf yang di bacanya, Allah akan memberikan seratus derajat dan setiap tetesan air wudhu’ akan menjadi malaikat yang memintakan ampun kepadanya sampai pada hari kiamat.

" tiada seorang hamba yang berwudhu, kemudian dia menyempurnakan wudhunya, melainkan Allah swt akanmenciptakan dari setiap tetesan air wudhunya itu, seorang malaikat yang memohonkan ampun padanya sampai hari kiamat ( HR bukhori Muslim )

jadi itu hanya contoh nabi menggambarkan kalau malaikat itu di ciptakan dari amal perbuatan ibadah seseorang, jadi mereka di ciptakan dan terus tercipta selama ada hamba yang ibadahnya  benar lahir BATIN,

saya pernah bertanya pada malaikat ada berapa malaikat keluar dari dzikir? penggambarannya begini:
dzikir itu umpama kran, dan amaliyah yang bersifat perbuatan ibadah secara sunnah yang berupa gerak lahir batin seseorang itu umpama paralon,  jadi  orang yang ikhlas, ridho, amanah, tawadhu', syukur, qona'ah, sabar, dan lain lain persifatan mulia itu semua mengeluarkan bakal malaikat, juga hilangnya sifat sombong dengki, ujub riak, pemarah, semua juga menjadi bakal malaikat, di umpamakan paralon yang menyambung ke lisan orang yang dzikir, ketika orang itu  dzikir, maka akan keluarlah dari banyak paralon itu menuju kran lisan orang yang dzikir, makanya jika seseorang itu sudah  ikhlas ridho, tawakal pada Allah, sabar menghadapi ujian, qona'ah terhadap rizqi yang di berikan Allah,  dan sudah hilang semua sifat buruknya, hilang sombongnya iriannya , dengkinya,  dll, itu akan mengeluarkan  ribuan malaikat dari lisannya ketika dzikir,

saya bertanya , kalau rosululloh sendiri itu keluar berapa malaikat ketika dzikir ? di jawab ada milyaran sampai trilyunan malaikat ketika dzikir.
lalu syaidina ali ? di jawab, beliau keluar malaikatnya ada jutaan sampai milyaran.
kalau syaikh abdul qodir jailani?  di jawab , beliau keluar malaikat sampai jutaan, ketika dzikir.

nah itu bukan hanya keluar saat dzikir saja tapi juga ketika wudhu, sholat, membaca qur'an, bahkan  hanya menggerakkan jari tangan itu akan keluar malaikatnya ,  saya bertanya pada malaikat, coba  lihat dari jari saya yang saya gerakkan ini, ada berapa malaikat yang keluar? dia jawab, ada 7 sampai 8 ribu malaikat. jadi gerakan jari sekalipun dari orang yang ingat Allah di hatinya itu akan keluar malaikat belum semua gerakan badannya.

lalu malaikat ku tanya: jika seseorang itu masuk wali abdal, wali pemula dan pengganti itu harus berapa malaikat ketika dzikir , dia jawab, kyai setiap manusia itu dzikir  menjadi wali abdal itu setidaknya keluar malaikat dalam setiap dzikirnya itu harus 15, dalam setiap dzikir, itu baru akan masuk ke tingkatan wali abdal, jika belum maka belum, dan setiap orang itu menyetorkan malaikat kepada Allah, 15 ribu, akan mendapatkan malaikat 1 yang menempati pori-porinya, sampai pori-pori penuh tertutup semua oleh malaikat, jika seseorang itu dalam setiap pori-porinya  ada penjaga 2 malaikat setidaknya, maka manusia itu sudah masuk dalam golongan maksum/atau di jaga oleh malaikat.

dan perlu di garis bawahi,  jika seseorang itu banyak malaikat di dalam dirinya, di tubunya, itu seperti membawa kantong yang banyak, ilmu itu cahaya, maka penyimpannya adalah cahaya, seperti air itu penyimpannya adalah barang yang bisa menyimpan air, yg ada unsur airnya, juga file penyimpannya di penyimpan file, nasi penyimpannya di penyimpan nasi, tdk bisa ilmu di simpan di simpan di penyimpan air, atau air di simpan di penyimpan file, semua ada tempatnya masing-masing, dan ilmu itu cahaya, al-ilmu nurun, jadi ilmu itu cahaya maka penyiman yang paling cocok adalah sesuatu yang di ciptakan dari cahaya, yaitu malaikat.

seperti teori khodam malaikat itu tdk beda dengan penyimpan file ilmu, misal kita punya hp. maka malaikat  bagi hp itu umpama memory card, atau memori external, di memori itu kita isi apa saja, ketika kita masukkan ke HP misal isinya lagu mp3 atau isinya video dengan sendirinya akan bisa langsung kita putar, tanpa harus transfer data dengan bluethoot, dan tanpa kabel lagi, sama ketika malaikat itu di isi ilmu lalu di masukkan ke manusia dengan sendirinya orang yang di masuki malaikat itu akan bisa berbagai ilmu  yang ada di dalam diri malaikat itu, tanpa harus belajar , nah ini teorinya ILMU LADUNI,

HP itu memori internalnya jelas sedikit giganya, juga malaikat itu memori internalnya terbatas sesuai kedudukannya di langit, makin tinggi kedudukan malaikat maka makin kuat juga memorinya, ketika kita memasukkan memori ekternal ke dalam hp, tidak kuat hp itu menyimpan semua data, kita cukup mengcopy file yang kita butuhkan saja, agar hp tdk ngedrop karena kebanyakan beban file. lalu jika memory card itu sudah tidak kita butuhkan bisa di keluarkan, begitu juga kita ketika menerima khodam malaikat,  kita copy saja ilmu yg ada di dalam malaikat itu sesuai kebutuhan dan setelah itu malaikat itu di keluarkan, nah jika itu baru satu malaikat/satu memory card. lalu bagaimana jika seseorang memiliki  ratusan ribu malaikat dalam tubuhnya? maka itu  akan bisa banyak menyimpan berbagai ilmu, nah saat itulah  para auliya', para ambiya akan berdatangan memberikan ilmunya pada kita, karena kita banyak punya penyimpan ilmu yaitu malaikat, mereka tidak akan datang, juga apa perlunya kita datang jika kita sendiri tak punya penyimpan ilmu.

jadi tugas kita beribadah, berusaha beribadah dengan benar sesuai tuntunan yang rosululloh saw ajarkan salah satunya di situ, agar kita punya banyak malaikat sebagai penyimpan ilmu, di mana nantinya kita akan menjadi warosatul ambiya, pewarisnya para nabi,  la kalau malaikat satu saja tdk ada  bagaimana kita mau menjadi pewaris para nabi ? AL-ULAMA'U WAROSATUL AMBIYA , orang yang berilmu itu pewarisnya para nabi.

lalu saya bertanya pada malaikat, kalau karomah atau ma'unah itu terbentuk dari berapa malaikat?'
malaikat menjawab : kalau ma'unah/ pertolongannya Allah yang menetap itu terbentuk dari 1 juta malaikat, kalau karomah yang menetap itu terbentuk dari 1 milyar malaikat, jadi seseorang itu tdk akan memiliki karomah kalau dia tdk punya milyaran malaikat.

dari sini jelas suatu kelebihan yang aneh itu tdk di katakan karomah kalau di bentuk dari jin, di katakan karomah kalau di bentuk dari milyaran malaikat yang kita setorkan dari setor 15 ribu, kita dapat 1, dan dapat satu itu terkumpul sampai 1 milyar ke atas, tentu teman teman sering mendengar jin itu silu jika melihatku, itu sama sekali bukan karena saya sakti, tapi karena ribuan malaikat di pori-poriku, dan ribuan malaikat itu terjadinya karena yang saya ceritakan di atas itu, jadi sama sekali bukan karena saya hebat, dan keilmuan yang saya miliki, sama sekali tak satupun saya pelajari, semua adalah pemberina para auliya, dan para ambiya, siapa saja bisa menjadi seperti saya, kalau beribadah dengan mengikuti tuntunan rosululloh saw, lahir BATIN ibadah, juga  menghilangkan sifat tercela, membangun pribadi berahlaq mulia,

saya sama saja masih dalam tahap belajar, dan mari kita belajar bersama-sama, beribadah yang benar sesuai yang di ajarkan rosululloh.









jika kamu melihat orang memiliki kelebihan aneh2, jangan heran, coba orangnya suruh melihat foto saya ya 20 menit saja, nanti apa reaksinya, jadi punya kelebihan aneh2, misal bisa mengobati penyakit, atau bisa menciptakan sesuatu yang aneh2 , ingat jin , setan juga bisa melakukannya, jadi jangan lalu heran, tes dulu, foto saya itu kan cuma foto saja, gak ada yg lebih, kamu juga bisa mencetakkan di tukang cetak foto, artinya bukan dari saya, saya juga tdk kelihatan mengisi foto itu dengan kekuatan apa-apa, artinya jika terjadi reaksi apa-apa itu bukan rekayasa saya, coba orang yang punya keanehan entah itu indigo, bisa melihat hal gaib, atau punya kelebihan tertentu, tunjukkan foto saya, nanti akan ketahuan apa yang di milikinya itu dari jin atau bukan, kalau dari jin akan timbul reaksi.

Mahkota Ruhani

cara ini juga bisa di lakukan untuk mengantisipasi jika ada orang kerasukan, KERASUKAN, saya tulis besar agar paham yg saya maksudkan, nah biasanya orang kerasukan, yang merasuk itu bisa saja mengaku siapa saja, ngaku wali, atau mengaku kakek nenek kita atau orang tua kita yang sudah meninggal.

nah untuk tau kalau itu ruh atau bukan, coba suruh melihat foto saya, kalau jin fasik langsung tdk akan mau, dan menjerit kepanasan, kalau jin muslim tdk akan berani menatap lama, kalau benar ruh manusia maka tdk apa-apa, kalau manusianya fasik akan silau, tapi tdk apa-apa, jadi bisa di bedakan.

jangan lantas percaya misal ada yang masuk ke orang yang kerasukan, atau di masuki, atau kita masukkan, sebab jin itu suka mempermainkan orang dan suka menipu, ...semoga cara yang saya berikan itu bermanfaat

dalam orang menjalankan laku thoreqoh itu tujuannya adalah Allah, ridho Allah, tapi namanya juga orang yang seblumnya menjalankan laku thoreqoh itu sudah terbiasa sebelumnya jika melakukan sesuatu selalu mempunyai target pencapaian, dan ketika di ajak meluruskan niat mengharap ridho Allah, maka kembali-kembali tarikan target pencapaian yang ingin di harapkan tercapai selalu kembali mengemuka dan melapisi hati, padahal dari target/keinginan selain Allah itu seseorang mudah sekali di susupi dan di tipu daya oleh jin. siluman, atau ruh yang sesat ( ruh yang dari orang yang mengamalkan ilmu sesat sehingga ruhnya tidak di terima di alam barzah dan tdk di terima di bumi )

ini saya tulis supaya di pahami, biasanya orang yang sudah jelas2 lillahi ta'ala mengamalkan laku thoreqoh tanpa menginginkan niat yang selain Allah saja akan selalu di goda oleh iblis dan antek-anteknya apalagi yang sudah niatnya melenceng.

jadi orang itu menjalankan laku thoreqoh selama 5 tahun di awal, akan selalu di goda oleh jin atau setan, atau siluman ( siluman itu orang yang melakukan amaliyah yang menyebabkan mereka masuk ke alam gaib, atau orang yang masuk alam gaib karena sebab lain, dan mereka hidup di alam gaib, namanya siluman.) dan biasanya mereka itu karena berpindah dari alam jasmani ke alam gaib, maka mereka menjadi bentuk gaib, entah itu macan, ular, buaya putih dll.

jadi orang yang mengamalkan laku thoreqoh atau dzikir itu di 5 tahun istiqomah akan di datangi oleh jin, siluman , setan, yang akan mengganggu, biasanya mengganggunya dengan cara kasar, menakut-nakuti, lalu mengganggu dengan cara halus, seperti datang ke mimpi, dengan menyerupai seseorang, maksudnya menyerupai seseorang itu agar yang di ganggu itu akan mudah di tipu, sehingga mau tunduk, biasanya akan mengaku wali atau yang lain, bahkan nabi, biasanya kalau sudah mengaku misal wali tingkatan tinggi, itu biasanya jin yang di dalam tubuh yang di temui itu sudah sangat banyak, sebab untuk mengaku wali yang tingkatannya tinggi itu membutuhkan jin banyak untuk mendukung pengakuan itu, biasanya sudah di atas 6 ribu, jika sudah mengaku nabi itu biasanya sudah di atas 1 juta jin yg di dalam tubuh orang yang di masuki mimpinya, atau di temui lewat mediumisasi, sekalipun itu dengan mediumisasi, bisa saja mengaku sebagai ayah atau ibu siapa, yg sudah meninggal sebenarnya kalau kita respek, tdk akan mudah tertipu, tapi seringnya orang itu salah kontrol,

misal ini kalau ada yg di medium mengaku misal ruh, ada yang bercerita padaku di temui ruh neneknya, dan kakeknya, minta di doakan, lalu datang padaku apa benar itu kakeknya atau neneknya yang menemui, mereka bilang minta di kirimi fatekhah dan di doakan. ( bagus kan minta di doakan ?) ingat ini bukan masalah bagus atau tidak bagus, tapi kita tertipu apa tidak tertipu, itu yg penting.

maka ku panggil yg mendatangi si orang itu, masuk ke mediator.
" siapa kamu ?" tanyaku
" saya jin kyai..." jawabnya.
" kamu yang mendatangi si A ini dalam mimpi dan mengaku sebagai neneknya dan kakeknya ?"
" ya kyai"
" kenapa ?"
" ya iseng saja kyai, cuma main-main."
" la menurutmu main-main, tapi dia kan menganggapnya serius."
" maaf kyai, kami hanya main-main saja."
" tak boleh main main seperti itu."
" maaf kyai... "

nah itu contoh saja, saya sendiri juga sering jin masuk ke mediator dan mengaku misal syaikh nawawi, tapi saya punya prostek, misal jin saya suruh melihat saya pasti tdk berani dan silau dan kepanasan, masak syaikh nawawi kepanasan melihat saya kantidak mungkin, jadi hati-hati, kalau di datangi jin mengaku ini itu, mengaku ayah kita, nenek kakek kita yang sudah meninggal, soale kalau kita tertipu itu akan terjadi kemunduran akidah, kita akan di kuasai mereka.

jangan lantas percaya saja misal ada yang mengaku ruh ini ruh itu, di alam ruh itu orang tdk bisa sembarangan pergi sana sini melancong, kayak di dunia, kecuali ruh auliya, ruh orang itu bisa pergi harus ada ijin dari malaikat isrofil, dan ijin dari Allah, jadi tdk bisa sembarangan saja bisa pergi kayak di dunia, di akherat itu yang jadi raja mutlak kan hanya Allah, jadi kalau tanpa ijin Allah tdk bisa di sana lantas bisa seenaknya pergi kesana kesini.

setelah masa istiqomah dzikir 5 tahun berlalu, kemudian orang baru masuk ke tingkatan alam malakut, misal akan di datangi para wali, nah itu khodam mereka, bukan ruh mereka, khodam malaikat yang menyerupai mereka karena di perintah mereka, sekalipun di temui rosululloh saw, di masa itu ya tetap malaikat khodam rosululloh saw.
dulu saya di tingkatan itu di temui guru-guru thoreqoh , entah syaikh abdul qodir jailani entah syaikh baha'udin annaqsyabandi, dan masuk ke mediator, pasti saya tanya, ini ruh asli dari syaikh... ruh biasa? apa khodam? maka akan menjawab : saya khodamnya saya malaikat bernama ini.... saya di perintah syaikh untuk menemui kyai, dan di perintah menyampaikan pesan... bla..bla..bla....

nah setelah lewat masa 10 tahun istiqomah, baru meningkat ke rtingkatan ruh, ruh itu ada 9 tingkatan, dan kalau kita tingkatannya wali qutub akan di temui wali kutub sampai di ajari ilmu oleh mereka, kalau tidak tingkatannya ya tidak, saya pernah bertanya pada sunan kudus : pernah tidak beliau menemui seseorang dalam bentuk ruh ?
beliau menjawab : dari saya meninggal sampai saat ini saya belum pernah menemui orang selain kyai.
saya juga pernah bertanya pada bung karno, beliau juga menjawab dengan jawaban yg sama,
saya bertanya pada syaikh nawawi, beliau menjawab hanya menemui saya dan menemui guru saya, kalau guru saya tdk lewat medium tapi bisikan. dan bicara menggunakan batin.

jadi kalau belum sampai dzikir ke masa yang 10 tahun ke atas maka jelas yang menemui itu siapa?

makanya untuk mempermudah itu benar apa tidak, yang masuk mengaku itu suruh melihat foto saya, kalau jin, dia akan silau dan tak mau melihat, kalau jin muslim sekalipun akan tak mau melihat foto dengan waktu yang lama, kalau ruh asli orang yang mengaku maka tidak apa-apa, melihat foto saya dlm jangka lama juga tdk apa-apa. kecuali ruh orang yang fasik, maka tdk akan kuat melihat foto saya.

lalu timbul pertanyaan, kalau dia bukan ruh yang mengaku kenapa kok banyak tau? la jin mengaku ini itu, itu kan sudah mempersiapkan diri, datanya lengkap, la mereka kan nggak bodoh bodoh amat, masak ngaku roma irama, gak pakai gitar kan gak seru, sama lah di alam nyata, misal kita mau di tipu oleh suatu asuransi, atau ajakan kerjasama, di dalamnya jelas di sediakan kelengkapan data. agar penipuannya berhasil. jadi mereka mempunyai data akurat sebelum mengaku sebagai A atau B.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar